Kamis, 07 Mei 2009

Thomas Alva Edison


Thomas Alva Edison (February 11, 1847 – October 18, 1931) was an American inventor and businessman who developed many devices that greatly influenced life around the world, including the phonograph and the long-lasting, practical electric light bulb. Dubbed "The Wizard of Menlo Park" by a newspaper reporter, he was one of the first inventors to apply the principles of mass production and large teamwork to the process of invention, and therefore is often credited with the creation of the first industrial research laboratory.

Edison is considered one of the most prolific inventors in history, holding 1,093 U.S. patents in his name, as well as many patents in the United Kingdom, France and Germany. He is credited with numerous inventions that contributed to mass communication and, in particular, telecommunications. His advanced work in these fields was an outgrowth of his early career as a telegraph operator. Edison originated the concept and implementation of electric-power generation and distribution to homes, businesses, and factories - a crucial development in the modern industrialized world. His first power plant was on Manhattan Island, New York.

PENTINGNYA BELAJAR BAHASA INGGRIS


Memasuki era globalisasi atau yang lebih dikenal dengan pasar bebas menuntut setiap individu untuk mempersiapkan sumber daya yang handal terutama di bidang IPTEK. Agar dapat menguasai teknologi dengan baik diperlukan pengetahuan yang memadai sehingga kita dapat memanfaatkannya dalam menghadapi tuntutan dunia global yang syarat dengan persaingan. Dalam hal ini peranan bahasa Inggris sangat diperlukan baik dalam menguasai teknologi komunikasi maupun dalam berinteraksi secara langsung. Sebagai sarana komunikasi global, bahasa Inggris harus dikuasai secara aktif baik lisan maupun tulisan. Tidaklah mustahil perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut kita untuk lebih proaktif dalam menanggapi arus informasi global sebagai aset dalam memenuhi kebutuhan pasar. Sebagai bahasa pergaulan dunia bahasa Inggris bukan hanya sebagai kebutuhan akademis karena penguasaannya hanya terbatas pada aspek pengetahuan bahasa melainkan sebagai media komunikasi global.Untuk menguasai bahasa Inggris dengan baik mestinya proses belajar mengajar menekankan aspek latihan ( Trial and Error ) sehinga siswa akan terlibat secara aktif dalam menyampaikan pendapat / gagasan secara bebas sesuai dengan kondisi nyata.

PENTINGNYA BELAJAR KOMPUTER SEBAGAI ALAT BANTU PEMBELAJARAN

Katakanlah, dia berhasil menemukan makalah yang membahas tentang metoda penghitungan parameter yang diusulkan oleh seorang ilmuwan. Dengan menggunakan teknik aljabar komputer MACSYMA [1] atau MAPLE [2], solusi metoda tersebut diujinya. Jika solusi tersebut bisa dibuktikan kebenarannya secara matematis, persoalan lain telah menunggu yakni pengujian beberapa kasus fisis sederhana yang solusi teoritisnya sudah diketahui. Pemilihan suatu kasus sederhana dan umum dari berbagai kemungkinan kasus fisis yang ada merupakan seni tersendiri dan amat ditentukan oleh indera keilmuan sang siswa.

Bayangkanlah seorang karyasiswa yang tertarik untuk mempelajari pusaran air laut. Dengan bantuan komputer dia mulai melakukan pelacakan literatur memanfaatkan fasilitas basis data di perpustakaan universitas dengan mengandalkan kata‑kata kunci tentang pusaran air laut. Untuk jasa ini, permasalahannya adalah masalah biaya yang akan sebanding dengan waktu penggunaan komputer. Cara perburuan semacam ini jauh lebih singkat dan menghemat tenaga.

Setelah memperoleh bahan‑bahan yang diperlukan, sang siswa lalu mendiskusikannya dengan pembimbing dalam pemilihan suatu topik baru dan belum pernah diteliti orang lain. Akhirnya pilihannya jatuh pada studi medan alir pusaran air laut. Untuk maksud tersebut, sang siswa perlu menghitung beberapa parameter yang menyusun suatu medan alir. Hal ini berarti perlunya informasi tentang metoda penghitungan parameter tersebut.

Katakanlah, dia berhasil menemukan makalah yang membahas tentang metoda penghitungan parameter yang diusulkan oleh seorang ilmuwan. Dengan menggunakan teknik aljabar komputer MACSYMA [1] atau MAPLE [2], solusi metoda tersebut diujinya. Jika solusi tersebut bisa dibuktikan kebenarannya secara matematis, persoalan lain telah menunggu yakni pengujian beberapa kasus fisis sederhana yang solusi teoritisnya sudah diketahui. Pemilihan suatu kasus sederhana dan umum dari berbagai kemungkinan kasus fisis yang ada merupakan seni tersendiri dan amat ditentukan oleh indera keilmuan sang siswa.

Setelah menetapkan pilihan pada suatu kasus tertentu, Kembali lagi komputer berperan dalam proses simulasi yakni membuat data buatan kasus fisis tersebut untuk dihitung parameter‑parameter medan alirnya menggunakan metoda di atas. Hasil simulasi ini yang kemudian dicocokkan dengan perhitungan teoritis.

Dalam tahap pemrosesan data buatan inilah, timbul beberapa permasalahan diantaranya bising (noise). Bising ini bisa disebabkan oleh proses penghitungan misalnya penggunaan rumus turunan/differensial secara numeris atau bising yang sengaja dicampurkan ke dalam data buatan. Bising buatan ini merupakan antisipasi awal dalam menangani persoalan yang ditemui dalam pengukuran di laut yakni ketidaktepatan penentuan salah satu besaran fisis tertentu. Untuk mengatasi pengaruh kedua jenis bising ini, salah satu teknik yang memodifikasi teknik Transformasi Fourier Cepat dapat diajukan sebagai alat pembuat berbagai jenis filter.

Setelah melalui beberapa tahap di atas, sang siswa memperoleh informasi tentang kemampuan dan keterbatasan suatu metoda. Dengan mengetahui kemampuan metoda itu berarti ia atau pemakai lainnya menjadi yakin akan temuan yang diperoleh. Sedangkan menyadari akan keterbatasannya berarti alternatif pemecahan menjadi terbuka lebar melalui upaya penyempurnaan metoda yang sudah ada, pengembangan metoda lainnya atau pun pendayagunaan beberapa teknik pengolahan data yang ada, misalnya teknik penjendelaan [3] dan teknik perata‑rataan [4].

Contoh diatas merupakan proses belajar yang umum dialami oleh para karyasiswa Indonesia yang sedang belajar di luar negeri. Tampak berbagai disiplin ilmu dan komputer bergabung membantu proses belajar. Karena proses ini merupakan salah satu komponen pendidikan, kami menyimpulkan bahwa komputer akan memegang peranan penting sebagai alat bantu dalam pendidikan di Indonesia.

Penggunaan komputer dalam pendidikan di AS antara lain disebabkan oleh adanya kebutuhan AS utk mengajar murid yang jumlahnya besar dalam waktu yang singkat. Komputer pertama kali dipakai sebagai media pendidikan di pabrik-pabrik, bukan disekolah. Seperti diketahui AS juga pernah secara gencar menggunakan media TV utk mengajar, tetapi hasilnya ternyata tidak seperti yang diinginkan.

Mula-mula program belajar dengan komputer (courseware) tampil dalam bentuk latihan soal, tutorial, dan simulasi hukum-hukum alam. Dengan makin berkembangnya kemampuan komputer (misalnya dalam menampilkan gambar), perangkat lunak latihan soal dirasakan tidak memanfaatkan kemampuan sesungguhnya yang ada pada komputer. Keadaan bertambah runcing dengan perkembangan pengetahuan di bidang kognitif, seperti munculnya teori-teori tentang human information processing. Akibatnya para ahli dibidang komputer dan kognitif melihat bahwa komputer untuk pendidikan dapat berfungsi lebih dari sekedar alat mempresentasikan materi pelajaran. Komputer harus dapat meningkatkan cara berfikir seseorang. Hal ini dapat dicapai misalnya dengan bantuan bidang AI (artificial intelligence).

"peningkatan cara berfikir" ini dirasakan penting karena perkembangan teknologi yang sangat pesat mengharuskan seseorang untuk mempunyai ketrampilan belajar (cara berfikir) yang tinggi. Dengan kata lain, proses belajar merupakan proses pembentukan pengetahuan bukan proses menhafal pengetahuan. Jadi kita dapat menggunakan pengetahuan yang telah kita miliki untuk membangun pengetahuan yang baru.

Dibandingkan dengan media pendidikan yang lain, seperti overhead, tv, dan film, komputer itu lebih memungkinkan utk membuat sang murid menjadi "aktif" bermain-main dengan informasi. Perangkat lunak dapat dibuat agar interaktif. Hal ini sukar dicapai oleh media lainnya. Hal lain yang menarik, perangkat lunak untuk pendidikan dapat di sesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing murid. Hal ini memungkinkan murid-murid untuk berkembang sesuai dengan keadaan dan latar belakang kemampuan yang dimiliki. Murid yang memang mampu belajar dengan kecepatan tinggi tidak perlu menunggu rekan lainnya yang memerlukan waktu lebih dalam memahami materi pelajaran.

Kamis, 26 Maret 2009

What Is Beauty ?

Images of beauty and style are all around us: in movies, on television, in magazines, and on the Internet. However, what's attractive changes over time and varies from culture to culture.

What is teh ideal body shape? In ancient Egypt, beautiful women were thin and had small waists. In Renaissance Europe (1300-1500), people thought plump women were very beautiful. And in many traditional Pacific Island cultures, men find estremely heavy women very attractive.

In sixteenth-century England, the ideal woman had snow-white skin, red cheeks, and red lips. To make themselves attractive, women wore very white makeup and painted their lips and cheeks bright red. In the nineteenth century, makeup. By the 1940s, makeup was back in fashion-but snow-white skin was out. Suntans were glamorous.

Some cultures have very special ideas of beauty. For the Padaug of Burma, a very long neck beautiful on woman. Girls from the age of five or six wear metal rings around their necks. As their necks grow, more rings are added.

In the traditional Maori cultures of New Zealend, tattons made a man attractive. Men tattoed their face and much of their bodies, the tattoos were "body art" and gave information about the man's family and position in society. Long, healthy hair on woman a man also made him handsome.

In western countries today, some people think tattoos and body piercings are attractive. While some men and women get small tattoos, others get tattoos all over their bodies. Pierching is also stylish, and not just on the ears. Some people have pierchings on their eyebrow, noses, lips, or tongues.

What do you think makes a person attractive?

International Treats

Every country has its own special treats. Here are four famous foods from around the world that you may want to try.

Vegemite is one of the best-loved foods in Australia, but it's not very popular in other countries. It's a dark brown spread that tastes salty-a bit like beef bouillon. Australias usually eat it on bread with butter, or on toast with melted cheese. It has a lot of vitamins and minerals, and most Australian kids grow up eating it. When Australians go abroad, many take a jar of Vegemite. It's hard to find in other countries.

Escargots, or snails, are popular French dish. The snails are usually cooked in liquid, then put back into their shells with butter, garlic, and herbs. Because snails eat things that can be poisonous, the snails are first fed lettuce and flour for about two weeks. Then they are not fed anything for several days. This cleans out their stomaches so they are safe to eat.

If you like hot, spicy foods, you'll like Korean kimchi. There are many different kinds of kimchi, but the most popular kind is made from Chinese cabbage, garlic, onions, and hot peppers. To make kimchi in the traditional way, Koreans combine the ingredients in a big jar. Then the jar is put outside during the winter months. This lets the kimchi ferment and fives it a hot, sour taste. Kimchi is served at meals as side dish, and it's used in many recipes. It has lots of Vitaminsand minerals.

On a hot day in Singapore, try ice kachang, or red bean ice. It's a big ball of shaved ice with sweet, fruity syrup and red beans. The beans are sweet, not salty, and taste good with the fruit-flavored ice. It's usually served with milk jelly. Variations of ice kachang are fond all over Asia.