Kamis, 27 Agustus 2009

The founder of facebook


Right now, this word is “crazy” about facebook. Imagine that, by face book thousand people all over the world could share photos, information, comments, stories, hope, dreams and so on so far. Many facebook users are crazy with this site. And who’s the creator of facebook? The creator is not at all Mark Zuckerberg, who is 25 years old man. He’s still young. Due to facebook, now Zuckerberg changed to be the youngest billionaire.


Crazy about computer

Zuckerberg was born in New York, United States on May 14th 1984. Zuckerberg who comes from a rich family is a second child of four brothers and sisters. He passed his childhood in one of elite area, Dobbs Ferry, New York. His father, Edward Zuckerberg is a dentist and his mother, Karen works as psychiatrist.

Since in elementary school, Zuckerberg really likes playing computer. He doesn’t only enjoy staring to the various games but also, he masters in many computer programs. Beside that, he really likes to modify computer software that installed in the computer. In the youngest age, he could fix the computer. Yes, Zuckerberg is really crazy in computer.


Smart and Clever

Zuckerberg is indeed a smart boy. Beside he masters in computer in fact, in his junior high school he also able to show the other his wonderful talents. Zuckerberg had chosen as a math team in his school and got in to Olympiad team. He also joined in to music group and became a member of Latin language fans club.

In other word, Zuckerberg has lots of interests, and more which is related to science and technology. Unfortunately, not many people realize that in fact Zuckerberg is also good in fencing. He always exercise fencing and even active competes to represent his school.


Active to create

When he got into Ardsley senior high school, his interest got into computer things points. In other word, every time Zuckerberg always think about computer. Not for the other. After he moved to Plillips Exeter Academy, New Hampshire, he still kept in his attention in computer.

In same level as senior high school that Zuckerberg got more creative with the computer without feeling tired. He doesn’t want to be only the computer user, but more than that. He wants to be a great software engineer (creator). Graduated from Senior high school, Zuckerberg continued his study in Harvard University, majoring psychology. Even thought in psychology, his interest and attention are still in computer.


From Facemash to Facebook

In the begging, Zuckerberg made Synapse program, it’s a music player program and also could track down its music player taste. Then, Zuckerberg made Coursematch program that could able the collegians write their time tables in this site and look for their other friends who take the certain time table.

From Coursematch, Zuckerberg made Facemash. By the facemash program, Zuckerberg could take his friends photos that registered in Harvard University. But by this program Zuckerberg got punishment and his facemash is closed. Zuckerberg didn’t get hopeless and continue to develop facemash to be facebook.


A common Billionaire

Because of he really enjoy designing facebook, unfortunately, he left his college in Harvard. What can’t it says? Soon facebook has known all over the world. Since it launched on February 4th 2004, and now it recorded, more than thousands people in active use facebook, included by iPhone and Blackberry. And this amount is getting more day by day.

Due to facebook, Zuckerberg changed to the youngest Billionaire. Now his asset is around over 14 billion rupiah. Every day, Zuckerberg goes to his office in Palo Alto, California that occupies in several buildings. However he’s rich, in fact Zuckerberg still live in normal way. Every day, he lives in a room in a common apartment. He usually takes a walk or riding a bike to his office.

Kamis, 23 Juli 2009

Tutorial Mengetik 10 Jari


Salah satu hal yang meng inspirasi saya ingin mengetik 10 jari adalah dari cuplikan sebuah film, di film itu ditampilkan seorang tokoh yg mengetik dengan jarinya tanpa melihat keyboard, jari-jarinya menari-nari diatas keyboard layaknya seorang ahli masak sedang membuat adonan, atau seperti pilot yang sedang mengendalikan pesawat. Ia menikmatinya dengan mengetik sangat cepat sementara matanya hanya tertuju di Layar monitor dan otaknya asik berfikir untuk memecahkan suatu kode rahasia. Dari film tersebut mulailah timbul keinginan dari lubuk hati saya yang paling dalam untuk mulai belajar mengetik 10 jari. Saat itu saya belajar secara otodidak, dengan bantuan beberapa software pendukung untuk belajar mengetik 10 jari.
Dalam blog ini saya hanya ingin berbagi pengalaman menarik saya mengetik 10 jari, pada awalnya memang sulit dan membosankan, tapi klo kita mau sabar, berusaha dan pantang menyerah, pasti kita bisa melakukannya. Dan jangan lupa, ilmu ini akan kita gunakan sampai kelak untuk selama lamanya. Berikut ini akan saya ulas mengenai bagan–bagan keyboard yg akan kita pelajari nantinya,

Untuk kedua jempol kita letakkan diatas tombol [SPACE] atau spasi,
Ini merupakan tombol kunci, dari sinilah nanti semua tombol bisa kamu gapai dengan 10 jari mu.

Setelah 10 jari mu nempel di keyboard, inilah yg harus kamu lakukan :

1. Rileks kan pikiran kamu. Matikan Winamp kamu seandainya masih nyala.

2. Buang jauh semua pikiran yang menggangu. Klo ada jemuran yg belum diangakat padahal mau hujan mending jemurannya diangkat dulu, klo perut lapar padahal dari pagi belum sarapan mending makan dulu. Pokoknya saat memulai mengetik 10 jari pikiran kita harus benar-benar tenang.

3. Konsentrasi.

4. Fokus, dan ingatlah selalu ilmu yg akan kamu pelajari ini adalah ilmu yang sangatlah berharga.

.

Latihan - latihan dasar, mulailah untuk mengetik huruf-huruf ini :

1. asdfjkl; asdfjkl; asdfjkl; asdfjkl; asdfjkl; asdfjkl; asdfjkl; asdfjkl; asdfjkl; asdfjkl; (20x)

2. qweruiop qweruiop qweruiop qweruiop qweruiop qweruiop qweruiop (30x)

3. zxcvm,./ zxcvm,./ zxcvm,./ zxcvm,./ zxcvm,./ zxcvm,./ zxcvm,./ zxcvm,./ (40x)

4. The quick brown fox jump over the lazy dog (50 X)

5. typewriter quick stewardess helicopter brown polycarbonate jump (20x)

6. Seorang teman mengajarkan kepada saya bagaimana cara mengetik sepuluh jari, saya rasa ia telah membekali ilmu yang sangat berharga pada kehidupan saya. (20x)

7. He he he he he he he he (1x)

Terus ulangi latihan ini selama seminggu, Dan jangan pernah lupa, ilmu yg akan kamu pelajari selama seminggu ini, akan selalu kamu gunakan setiap harinya, sampai akhir hayatmu.

.

Kamu juga bisa download software TypeFaster-v0.4.2 untuk referensi kamu belajar mengetik 10 jari.

Dari hal yang kecil ini semoga bisa bermanfaat.

Sebarkan ilmu pengetahuanmu kepada siapa saja. Ilmu apapun. Ingat,negara kita sangatlah tertinggal dibanding negara–negara lain di dunia. Dampak Globalisasi sangatlah nyata menghimpit kehidupan kita. Klo kita tidak mempersiapkan diri kita dengan ilmu yang bermanfaat mau sampai kapan lagi kita akan menjadi negara yang tertinggal dan hidup dalam kemiskinan yang menyiksa. Universitas terbaik Indonesia (UGM) saja berada pada peringkat 360 Universitas terbaik dunia. Bandingkan dengan Universitas Malaysia yang dapat mencapai peringkat 200-an dunia. Klo Universitas terbaik kita saja berada pada level serendah itu bagaimana mungkin kita dapat bersaing dalam era dunia global. Pada akhirnya yang berilmu lah yang berkuasa, semantara yang bodoh dan miskin akan nglesot di trotoar dengan sangat menyedihkan. Kita hidup di Indonesia, negara yang kaya akan Sumber Daya Alam yang melimpah. Namun masih banyak juga kemiskinan. Negara kita membutuhkan orang-orang yang dapat mengubah sistem ini. Klo bukan kita siapa lagi.

LHO.. Apa hubungannya.. halaman ini kan cuma tutorial Mengetik 10 jari.. >_<

Kamis, 07 Mei 2009

Thomas Alva Edison


Thomas Alva Edison (February 11, 1847 – October 18, 1931) was an American inventor and businessman who developed many devices that greatly influenced life around the world, including the phonograph and the long-lasting, practical electric light bulb. Dubbed "The Wizard of Menlo Park" by a newspaper reporter, he was one of the first inventors to apply the principles of mass production and large teamwork to the process of invention, and therefore is often credited with the creation of the first industrial research laboratory.

Edison is considered one of the most prolific inventors in history, holding 1,093 U.S. patents in his name, as well as many patents in the United Kingdom, France and Germany. He is credited with numerous inventions that contributed to mass communication and, in particular, telecommunications. His advanced work in these fields was an outgrowth of his early career as a telegraph operator. Edison originated the concept and implementation of electric-power generation and distribution to homes, businesses, and factories - a crucial development in the modern industrialized world. His first power plant was on Manhattan Island, New York.

PENTINGNYA BELAJAR BAHASA INGGRIS


Memasuki era globalisasi atau yang lebih dikenal dengan pasar bebas menuntut setiap individu untuk mempersiapkan sumber daya yang handal terutama di bidang IPTEK. Agar dapat menguasai teknologi dengan baik diperlukan pengetahuan yang memadai sehingga kita dapat memanfaatkannya dalam menghadapi tuntutan dunia global yang syarat dengan persaingan. Dalam hal ini peranan bahasa Inggris sangat diperlukan baik dalam menguasai teknologi komunikasi maupun dalam berinteraksi secara langsung. Sebagai sarana komunikasi global, bahasa Inggris harus dikuasai secara aktif baik lisan maupun tulisan. Tidaklah mustahil perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut kita untuk lebih proaktif dalam menanggapi arus informasi global sebagai aset dalam memenuhi kebutuhan pasar. Sebagai bahasa pergaulan dunia bahasa Inggris bukan hanya sebagai kebutuhan akademis karena penguasaannya hanya terbatas pada aspek pengetahuan bahasa melainkan sebagai media komunikasi global.Untuk menguasai bahasa Inggris dengan baik mestinya proses belajar mengajar menekankan aspek latihan ( Trial and Error ) sehinga siswa akan terlibat secara aktif dalam menyampaikan pendapat / gagasan secara bebas sesuai dengan kondisi nyata.

PENTINGNYA BELAJAR KOMPUTER SEBAGAI ALAT BANTU PEMBELAJARAN

Katakanlah, dia berhasil menemukan makalah yang membahas tentang metoda penghitungan parameter yang diusulkan oleh seorang ilmuwan. Dengan menggunakan teknik aljabar komputer MACSYMA [1] atau MAPLE [2], solusi metoda tersebut diujinya. Jika solusi tersebut bisa dibuktikan kebenarannya secara matematis, persoalan lain telah menunggu yakni pengujian beberapa kasus fisis sederhana yang solusi teoritisnya sudah diketahui. Pemilihan suatu kasus sederhana dan umum dari berbagai kemungkinan kasus fisis yang ada merupakan seni tersendiri dan amat ditentukan oleh indera keilmuan sang siswa.

Bayangkanlah seorang karyasiswa yang tertarik untuk mempelajari pusaran air laut. Dengan bantuan komputer dia mulai melakukan pelacakan literatur memanfaatkan fasilitas basis data di perpustakaan universitas dengan mengandalkan kata‑kata kunci tentang pusaran air laut. Untuk jasa ini, permasalahannya adalah masalah biaya yang akan sebanding dengan waktu penggunaan komputer. Cara perburuan semacam ini jauh lebih singkat dan menghemat tenaga.

Setelah memperoleh bahan‑bahan yang diperlukan, sang siswa lalu mendiskusikannya dengan pembimbing dalam pemilihan suatu topik baru dan belum pernah diteliti orang lain. Akhirnya pilihannya jatuh pada studi medan alir pusaran air laut. Untuk maksud tersebut, sang siswa perlu menghitung beberapa parameter yang menyusun suatu medan alir. Hal ini berarti perlunya informasi tentang metoda penghitungan parameter tersebut.

Katakanlah, dia berhasil menemukan makalah yang membahas tentang metoda penghitungan parameter yang diusulkan oleh seorang ilmuwan. Dengan menggunakan teknik aljabar komputer MACSYMA [1] atau MAPLE [2], solusi metoda tersebut diujinya. Jika solusi tersebut bisa dibuktikan kebenarannya secara matematis, persoalan lain telah menunggu yakni pengujian beberapa kasus fisis sederhana yang solusi teoritisnya sudah diketahui. Pemilihan suatu kasus sederhana dan umum dari berbagai kemungkinan kasus fisis yang ada merupakan seni tersendiri dan amat ditentukan oleh indera keilmuan sang siswa.

Setelah menetapkan pilihan pada suatu kasus tertentu, Kembali lagi komputer berperan dalam proses simulasi yakni membuat data buatan kasus fisis tersebut untuk dihitung parameter‑parameter medan alirnya menggunakan metoda di atas. Hasil simulasi ini yang kemudian dicocokkan dengan perhitungan teoritis.

Dalam tahap pemrosesan data buatan inilah, timbul beberapa permasalahan diantaranya bising (noise). Bising ini bisa disebabkan oleh proses penghitungan misalnya penggunaan rumus turunan/differensial secara numeris atau bising yang sengaja dicampurkan ke dalam data buatan. Bising buatan ini merupakan antisipasi awal dalam menangani persoalan yang ditemui dalam pengukuran di laut yakni ketidaktepatan penentuan salah satu besaran fisis tertentu. Untuk mengatasi pengaruh kedua jenis bising ini, salah satu teknik yang memodifikasi teknik Transformasi Fourier Cepat dapat diajukan sebagai alat pembuat berbagai jenis filter.

Setelah melalui beberapa tahap di atas, sang siswa memperoleh informasi tentang kemampuan dan keterbatasan suatu metoda. Dengan mengetahui kemampuan metoda itu berarti ia atau pemakai lainnya menjadi yakin akan temuan yang diperoleh. Sedangkan menyadari akan keterbatasannya berarti alternatif pemecahan menjadi terbuka lebar melalui upaya penyempurnaan metoda yang sudah ada, pengembangan metoda lainnya atau pun pendayagunaan beberapa teknik pengolahan data yang ada, misalnya teknik penjendelaan [3] dan teknik perata‑rataan [4].

Contoh diatas merupakan proses belajar yang umum dialami oleh para karyasiswa Indonesia yang sedang belajar di luar negeri. Tampak berbagai disiplin ilmu dan komputer bergabung membantu proses belajar. Karena proses ini merupakan salah satu komponen pendidikan, kami menyimpulkan bahwa komputer akan memegang peranan penting sebagai alat bantu dalam pendidikan di Indonesia.

Penggunaan komputer dalam pendidikan di AS antara lain disebabkan oleh adanya kebutuhan AS utk mengajar murid yang jumlahnya besar dalam waktu yang singkat. Komputer pertama kali dipakai sebagai media pendidikan di pabrik-pabrik, bukan disekolah. Seperti diketahui AS juga pernah secara gencar menggunakan media TV utk mengajar, tetapi hasilnya ternyata tidak seperti yang diinginkan.

Mula-mula program belajar dengan komputer (courseware) tampil dalam bentuk latihan soal, tutorial, dan simulasi hukum-hukum alam. Dengan makin berkembangnya kemampuan komputer (misalnya dalam menampilkan gambar), perangkat lunak latihan soal dirasakan tidak memanfaatkan kemampuan sesungguhnya yang ada pada komputer. Keadaan bertambah runcing dengan perkembangan pengetahuan di bidang kognitif, seperti munculnya teori-teori tentang human information processing. Akibatnya para ahli dibidang komputer dan kognitif melihat bahwa komputer untuk pendidikan dapat berfungsi lebih dari sekedar alat mempresentasikan materi pelajaran. Komputer harus dapat meningkatkan cara berfikir seseorang. Hal ini dapat dicapai misalnya dengan bantuan bidang AI (artificial intelligence).

"peningkatan cara berfikir" ini dirasakan penting karena perkembangan teknologi yang sangat pesat mengharuskan seseorang untuk mempunyai ketrampilan belajar (cara berfikir) yang tinggi. Dengan kata lain, proses belajar merupakan proses pembentukan pengetahuan bukan proses menhafal pengetahuan. Jadi kita dapat menggunakan pengetahuan yang telah kita miliki untuk membangun pengetahuan yang baru.

Dibandingkan dengan media pendidikan yang lain, seperti overhead, tv, dan film, komputer itu lebih memungkinkan utk membuat sang murid menjadi "aktif" bermain-main dengan informasi. Perangkat lunak dapat dibuat agar interaktif. Hal ini sukar dicapai oleh media lainnya. Hal lain yang menarik, perangkat lunak untuk pendidikan dapat di sesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing murid. Hal ini memungkinkan murid-murid untuk berkembang sesuai dengan keadaan dan latar belakang kemampuan yang dimiliki. Murid yang memang mampu belajar dengan kecepatan tinggi tidak perlu menunggu rekan lainnya yang memerlukan waktu lebih dalam memahami materi pelajaran.